Ketua PB Kibar Ultimatum DPRD Barru, Siap Gelar Aksi Besar Soal Dugaan Pelanggaran Etik Ketua DPRD

Ketua PB Kibar Ultimatum DPRD Barru, Siap Gelar Aksi Besar Soal Dugaan Pelanggaran Etik Ketua DPRD

Barru – Kibarbarru.com Situasi politik di Kabupaten Barru kian memanas. Ketua Pengurus Besar Kesatuan Aktivis Barru (PB Kibar), Fahrul Islam, mengumumkan pihaknya siap menggelar aksi besar-besaran untuk mendesak penegakan hukum dan etik terhadap Ketua DPRD Barru yang diduga kuat melanggar sumpah/janji jabatan serta kode etik lembaga.

Langkah PB Kibar ini muncul setelah mencuatnya skandal pembiaran terhadap HRD, anggota DPRD yang sudah terbukti melanggar kode etik melalui keputusan Badan Kehormatan (BK) DPRD pada 6 Agustus 2025. Namun, hingga kini Ketua DPRD dinilai sengaja tidak menindaklanjuti dengan paripurna pemberhentian sebagaimana diatur dalam tata tertib.

PB Kibar: Ketua DPRD Harus Bertanggung Jawab

Fahrul Islam menegaskan, Ketua DPRD Barru tidak bisa bersembunyi di balik alasan teknis. Fakta bahwa HRD tetap menikmati fasilitas kedewanan meski sudah dinyatakan melanggar etik, kata dia, adalah bukti adanya pembiaran yang berpotensi memperkaya pihak tertentu dan merugikan keuangan negara.

“Tatib DPRD Pasal 94 ayat (3) jelas menyebutkan, pimpinan DPRD bisa diberhentikan apabila melanggar sumpah/janji jabatan dan kode etik. Fakta hari ini mengarah ke sana. Kalau DPRD tidak berani menegakkan aturan, maka PB Kibar yang akan turun ke jalan,” tegas Fahrul.

Aksi Jalanan Jadi Pilihan

Menurutnya, aksi demonstrasi yang akan digelar bukan sekadar peringatan moral, tetapi juga bentuk tekanan politik agar publik Barru tahu siapa yang bermain-main dengan aturan. PB Kibar berencana menggerakkan jaringan aktivis, mahasiswa, dan masyarakat sipil untuk mengawal kasus ini.

“DPRD adalah rumah rakyat, bukan tempat melindungi pelanggar etik. Jika Ketua DPRD tidak segera diproses sesuai tatib, kami akan mengepung kantor DPRD Barru dan memastikan suara rakyat tidak dibungkam,” tambahnya dengan nada keras.

Ketua DPRD di Ujung Tanduk

Dengan ancaman aksi terbuka dari PB Kibar, posisi Ketua DPRD Barru makin terpojok. Dugaan pelanggaran sumpah jabatan, tata tertib, dan kode etik kini bukan hanya isu internal parlemen, tapi sudah menjadi isu publik yang disorot tajam.

Publik Barru kini menunggu: apakah DPRD berani menindak Ketua-nya sendiri sesuai aturan, atau justru memilih menutup mata hingga gelombang aksi massa tak terbendung?

Posting Komentar untuk "Ketua PB Kibar Ultimatum DPRD Barru, Siap Gelar Aksi Besar Soal Dugaan Pelanggaran Etik Ketua DPRD"