Mahasiswa KKN-PK 69 Universitas Hasanuddin foto bersama Camat Pujananting sekaligus Plt. Kades Jangan-Jangan usai pembukaan program kesehatan lansia di Aula Kantor Desa Jangan-Jangan, Barru.
BARRU, BARRU.ID – Sebagai bentuk pengabdian nyata kepada masyarakat sekaligus upaya meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya deteksi dini Penyakit Tidak Menular (PTM), mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK) Angkatan 69 Universitas Hasanuddin menggelar program kerja kelompok berupa Cek Kesehatan Gratis dan Senam Otak khusus bagi kelompok lanjut usia (lansia).
Kegiatan pelayanan kesehatan masyarakat tersebut berlangsung pada Kamis (6/8/2026), mulai pukul 08.00 WITA hingga selesai, berpusat di Aula Kantor Desa Jangan-Jangan, Kecamatan Pujananting, Kabupaten Barru.
Dukungan Pemerintah Kecamatan dan Desa Jangan-Jangan
Rangkaian acara diawali dengan seremoni pembukaan yang secara resmi dibuka langsung oleh Camat Pujananting sekaligus Plt. Kepala Desa Jangan-Jangan, H. Sabirin, S.Sos., M.Si.
Dalam sambutannya, H. Sabirin menyampaikan apresiasi serta dukungan penuh terhadap berbagai inisiatif program kesehatan yang digagas oleh mahasiswa Unhas. Menurutnya, langkah ini merupakan bentuk kolaborasi strategis antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mendorong kualitas hidup dan derajat kesehatan warga di pedesaan.
Antusiasme lansia Desa Jangan-Jangan saat mengikuti rangkaian senam otak serta penilaian kemampuan fisik dan keseimbangan tubuh.
Cegah Pikun dan Menjaga Kebugaran Lewat Senam Otak
Usai acara pembukaan, seluruh peserta lansia diajak mengikuti senam otak bersama yang dipandu interaktif oleh mahasiswa KKN-PK 69 Unhas. Senam ini disajikan sebagai kegiatan pembuka guna merangsang konsentrasi, melatih koordinasi motorik, serta menjaga kebugaran fungsi kognitif lansia.
Suasana di aula kantor desa tampak hangat dan penuh keakraban. Para lansia mengikuti setiap tahapan gerakan senam dengan ceria dan penuh semangat hingga sesi berakhir.
Pemeriksaan Kesehatan Lengkap dan Uji Kemampuan Fungsional Lansia
Setelah senam otak, agenda dilanjutkan dengan layanan pemeriksaan kesehatan gratis. Tim mahasiswa KKN-PK 69 Unhas melakukan skrining kesehatan komprehensif yang meliputi:
- Pemeriksaan Tekanan Darah (Hipertensi)
- Pemeriksaan Gula Darah Sewaktu
- Pemeriksaan Kadar Kolesterol
- Pemeriksaan Asam Urat
Tidak hanya itu, untuk mengukur tingkat kebugaran fisik dan risiko fisik lansia, mahasiswa turut menerapkan metode uji klinis terstandar, yakni Time Up and Go Test (TUGT) serta Five Times Sit-to-Stand Test (5×STS). Pengujian ini berfungsi menilai tingkat keseimbangan, kekuatan otot ekstremitas bagian bawah, kelincahan mobilitas, hingga mengidentifikasi potensi risiko jatuh pada lansia.
Mahasiswa KKN-PK 69 Unhas saat memberikan pelayanan medis dasar dan konseling kesehatan personal kepada warga di Aula Desa Jangan-Jangan.
Di sela-sela prosedur medis, mahasiswa aktif memberikan konseling dan edukasi kesehatan secara personal. Para lansia dibekali pemahaman mengenai pentingnya menerapkan pola makan gizi seimbang, rutin beraktivitas fisik sesuai kapasitas tubuh, mengendalikan pemicu penyakit tidak menular, serta membiasakan kontrol kesehatan berkala sebagai tindakan pencegahan primer.
"Program ini sangat baik karena tidak hanya menghadirkan pelayanan pemeriksaan kesehatan secara gratis, tetapi juga memberikan edukasi dan aktivitas yang bermanfaat bagi para lansia. Melalui pemeriksaan tekanan darah, gula darah, kolesterol, asam urat, serta penilaian kemampuan fisik, masyarakat dapat mengetahui kondisi kesehatannya sejak dini sehingga dapat melakukan upaya pencegahan maupun penanganan lebih awal," tutur Camat Pujananting sekaligus Plt. Kades Jangan-Jangan, H. Sabirin.
Ia menambahkan harapannya agar program pengabdian berbasis akademis seperti ini terus berlanjut secara berkesinambungan.
"Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, tenaga kesehatan, dan pemerintah agar kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan semakin meningkat," pungkasnya.
Mewujudkan Lansia Desa Jangan-Jangan yang Mandiri dan Sehat
Melalui aksi nyata ini, mahasiswa KKN-PK 69 Universitas Hasanuddin tidak sekadar membawa fasilitas pemeriksaan medis ke pelosok desa, melainkan juga menanamkan paradigma bahwa kesehatan adalah aset bersama yang harus dirawat sejak dini.
Program kerja ini diharapkan mampu menjadi pemantik kesadaran masyarakat dalam mendeteksi dini faktor risiko penyakit tidak menular, sekaligus memotivasi kelompok lansia di Desa Jangan-Jangan untuk tetap aktif, produktif, sehat, dan mandiri demi mewujudkan kualitas hidup yang berkelanjutan.
Posting Komentar untuk "Mahasiswa KKN-PK 69 Unhas Gelar Cek Kesehatan Gratis dan Senam Otak Lansia di Desa Jangan-Jangan Barru"