Sinergi di Warkop 70: HMI-PMII dan Pemkab Barru Beradu Gagasan Kawal Investasi Ramah Rakyat

BARRU, KIBARBARRU.COM – Suasana hangat menyelimuti Warkop 70 pada peringatan Hari Buruh Internasional, 1 Mei 2026. Alih-alih turun ke jalan dengan ketegangan, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Barru memilih jalur dialogis untuk membedah masa depan daerah.

Mengangkat tema "May Day Barru: Menggugat Janji Kesejahteraan di Balik Gemuruh Investasi Daerah", diskusi publik ini menjadi panggung kolaborasi antara nalar kritis mahasiswa dan responsivitas pemerintah daerah.

Mahasiswa sebagai Pionir Kolaborasi

Plh Sekda Barru, Andi Syarifuddin, yang hadir langsung di tengah-tengah kader hijau-hitam dan kuning-biru, menyampaikan apresiasi tinggi atas inisiatif ini. Menurutnya, pemerintah membutuhkan "mata dan telinga" tambahan untuk memastikan investasi yang masuk benar-benar membawa kemaslahatan.

"Lembaga kemahasiswaan adalah mitra kritis yang sangat kami butuhkan. Rekan-rekan harus mampu menjadi pionir dalam membangun kolaborasi dengan pemerintah. Kita ingin menumbuhkan investasi di Barru, namun investasi yang ramah dan berkeadilan," ujar Andi Syarifuddin dengan nada optimis.

Bedah Kebijakan Publik: Kritik Konstruktif Dr. Kasmia Ali

Akademisi Dr. Kasmia Ali hadir sebagai pemantik yang memberikan bobot intelektual dalam diskusi. Meski suasana cair, Dr. Kasmia tetap memberikan catatan tajam mengenai standar kebijakan publik di daerah.

Ia menekankan bahwa keberhasilan investasi tidak hanya diukur dari besarnya modal yang masuk, tetapi dari standar kesejahteraan tenaga kerja yang terlindungi. "Kebijakan publik harus memiliki keberpihakan yang nyata. Standarisasi upah, jaminan sosial, dan proteksi tenaga kerja lokal adalah harga mati agar investasi ini tidak meninggalkan luka sosial," tegasnya.

Komitmen Bersama Lintas Sektor

Dialog ini kian bermakna dengan kehadiran jajaran pimpinan OPD dan aparat keamanan yang duduk melingkar bersama mahasiswa. Kehadiran mereka menunjukkan sinyal kuat bahwa Barru sangat terbuka dan "ramah" terhadap investasi, namun tetap dalam koridor pengawasan yang ketat.

Hadir dalam diskusi tersebut:

  • Samsir (Kadis Disnaker Barru) yang memaparkan kesiapan skill tenaga kerja lokal.
  • Jamaluddin (Asisten 1) dan Fadli Pawae (Kadis Kesbangpol) yang meninjau dari sisi stabilitas sosial dan regulasi.
  • Iptu Muh. Adam (Kasat Intelkam Polres Barru) yang memastikan kondusivitas keamanan sebagai fondasi investasi.

Menuju Barru yang Ramah Investasi

Pertemuan yang berlangsung dari pukul 16.00 WITA hingga usai ini menghasilkan kesepahaman penting: bahwa investasi dan kesejahteraan buruh bukan dua hal yang harus dipertentangkan.

Melalui dialog ini, HMI dan PMII Barru memposisikan diri bukan sekadar pengkritik, melainkan mitra strategis yang siap mengawal setiap deru mesin industri di Barru agar senafas dengan kesejahteraan masyarakatnya. Semangat harmoni antara pemerintah dan mahasiswa di Warkop 70 ini menjadi sinyal positif bagi para investor bahwa Barru adalah daerah yang matang secara intelektual dan kondusif secara sosial.


Editor: Redaksi Kibar Barru

Posting Komentar untuk "Sinergi di Warkop 70: HMI-PMII dan Pemkab Barru Beradu Gagasan Kawal Investasi Ramah Rakyat"