BARRU – Polemik mengenai aktivitas tambang pasir yang berlokasi di perbatasan Desa Nepo dan Desa Manuba akhirnya berakhir dengan damai melalui pendekatan kekeluargaan. Melalui inisiatif cepat, Kepala Desa Nepo, Muhammad Toaha—yang akrab disapa Pitung—hadir langsung memfasilitasi aspirasi warga guna memberikan kejelasan atas dinamika yang berkembang di masyarakat.
Dalam pertemuan yang berlangsung pada Senin (6/4/2026) tersebut, Muhammad Toaha menegaskan bahwa kabar yang mengaitkan aktivitas ini dengan pihak luar atau oknum aparat adalah tidak benar. Ia memastikan bahwa persoalan ini murni merupakan dinamika lokal yang telah diselesaikan dengan semangat musyawarah.
Pendekatan Humanis Muhammad Toaha (Pitung)
Bertempat di titik perbatasan Dusun Lanrae (Nepo) dan Dusun Pallae (Manuba), pria yang akrab disapa Pitung ini mempertemukan warga dengan saudara BK, pihak yang melakukan aktivitas pengerukan pasir. Dalam mediasi yang berlangsung teduh selama satu jam, Muhammad Toaha memberikan ruang seluas-luasnya bagi warga untuk menyampaikan kekhawatiran mereka, terutama terkait perlindungan fasilitas jalan dan perkebunan.
"Pemerintah Desa hadir untuk memastikan suara masyarakat didengar. Tujuan kita bersama adalah bagaimana lingkungan tetap terjaga dan warga bisa beraktivitas dengan tenang," tutur Muhammad Toaha (Pitung) dengan nada mengayomi.
Kesepakatan Mufakat: Penutupan Aktivitas
Merespons arahan dan mediasi dari Kades Nepo, saudara BK secara terbuka menyatakan bahwa aktivitas yang ia lakukan adalah niat pribadi untuk normalisasi sungai di belakang rumahnya, tanpa ada campur tangan atau perlindungan dari pihak lain. Dengan penuh kesadaran, BK menyatakan kesediaannya untuk menghentikan seluruh aktivitas demi menjaga keharmonisan bertetangga.
"Jika masyarakat merasa keberatan, saya secara pribadi siap menghentikan ini. Keinginan warga adalah prioritas saya," ungkap BK di hadapan puluhan warga yang hadir.
Mediasi ini turut disaksikan oleh Ketua BPD Nepo, Zainal, beserta anggotanya dan sejumlah tokoh masyarakat. Sebagai tindak lanjut nyata, alat berat yang sebelumnya berada di lokasi langsung ditarik pulang, menandai berakhirnya polemik di wilayah tersebut.
Di akhir pertemuan, Muhammad Toaha (Pitung) menyampaikan harapannya agar suasana kondusif ini terus terjaga demi percepatan kesejahteraan masyarakat Desa Nepo sesuai visi dan misi Kabupaten Barru.
Posting Komentar untuk "Kedepankan Musyawarah, Kades Nepo Muhammad Toaha (Pitung) Fasilitasi Penyelesaian Polemik Tambang di Perbatasan"